Author : honestly/ @alwasyhonestly
Title : The Power Of Love
Main Cast : Im Yoona (SNSD) Lee Sungmin (SJ) Kwon Yuri (SNSD).
Other Cast : Tiffany (SNSD), Jiyeon (T-Ara)
Genre : Romantic/Romantic Comedy, Friendship.
Laki -laki itu terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Disampingnya terdapat seorang perempuan yang sedang menggenggam tangan laki-laki itu, sesekali perempuan itu terisak karena sedang menangis…
Title : The Power Of Love
Main Cast : Im Yoona (SNSD) Lee Sungmin (SJ) Kwon Yuri (SNSD).
Other Cast : Tiffany (SNSD), Jiyeon (T-Ara)
Genre : Romantic/Romantic Comedy, Friendship.
Laki -laki itu terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Disampingnya terdapat seorang perempuan yang sedang menggenggam tangan laki-laki itu, sesekali perempuan itu terisak karena sedang menangis…
perempuan itu kini
sedang berada di taman, duduk sendiri sambil ditemani angin yang bertiup pelan,
menyapu malam kala itu, kekosongan tampak di wajah nya.
“Yuri!!” seorang
laki-laki memanggilnya… Yuri yg sedang di taman kala itu menoleh kearah suara
itu dan tersenyum
-
-
-
-
FLASHBACK
Di sebuah ruangan
sekolah SMA, seorang perempuan sedang mencoba menusukkan jarum suntiknya ke
lengan temannya. Dengan wajah yang berkeringat karena gugup, dia terus mencoba
mendekatkan jarum suntiknya ke lengan temannya tersebut seraya berkata dalam
hati ‘ayo kau pati bisa! Kau harus bisa.’ Di sisi lain, temannya juga merasa
takut karena memang perempuan ini selalu gagal melakukan hal itu. Sudah banyak
yang menjadi korban uji cobanya, karena memang dia sekarang sedang mencoba
untuk tugas relawan di sebuah rumah sakit, dia juga seorang pelajar yang
mengambil sekolah medis.
“Tidak bisaaaa!!!”
teriak perempuan itu.
“Haish kau ini Im Yoona, kau hampir membuatku
jantungan kau tau!!” ucap temannya itu.
“Aku tidak bisa, aku
tidak bisa melakukannya Tiffany, kenapa aku tidak bisa? Padahal aku sudah
sering melakukannya, tapi tetap saja tidak bisa.” Ucap Yoona seraya menundukkan
kepalanya ke meja.
“Mungkin kau tidak di
takdirkan untuk menjadi seorang dokter seperti apa yang kau inginkan.”
Yoona berkata dalam
hatinya ‘apa maksudnya itu?’ masih dengan posisinya yang tadi.
“Haish dia tidak mendengarkanku?
Tapi itu ada bagus nya juga, karena kali ini lenganku selamat hehehe.” Ujar
temannya itu dengan nada yang mengejek.
Yoona yang kesal
mengangkat kepalanya dan menatap tajam ke arah Tiffany.
“Hey aku Cuma bercanda,
jangan menatapku seperti itu!”
“Sudahlah sana pergi,
kau ada janji kan dengan temanmu?” Ucap Yoona dengan nada malas.
“Oohiya aku lupa,
baiklah aku pergi, jangan patah semangat, teruslah berusaha yah ok? Semangat!”
Kata Tiffany seraya mengedipkan matanya dan berlalu pergi.
“Hufft, dia pikir
gampang apa melakukannya.” Ujar Yoona sambil mendengus kesal.
Perkataan tiffany tadi
terngiang-ngiang di fikiran yoona “mungkin kau tidak di takdirkan menjadi
dokter seperti yang kau inginkan”. Kata-kata itu terus saja berputar di
otaknya, sampai akhirnya bunyi telfon membuyarkan lamunannya.
“Halo ayah, iya ayah
aku gagal lagi, huuuh padahal kan aku sudah sering berlatih, kemana? Restaurant
blue, kita akan makan malam bersama?, benarkah? Baiklah aku segera kesana”
-
-
-
Yoona berjalan
dikoridor dia berpaspasan dengan seorang perempuan, tanpa yoona sadari
perempuan tadi melihat yoona dengan tatapan…. Entahlah susah di artikan…
-
-
-
Presdir Im (ayah yoona) dan istrinya (Ny.Park
= ibu yoona) sudah datang, mereka sedang mengobrol berdua.
“Suamiku, kudengar kwon
ki bum akan menetap di korea?” Tanya istrinya itu dengan lembut.
Presdir Im tidak menjawab dengan perkataan,
dia hanya mengangguk dan meminum tehnya itu.
Ketika mereka sedang
mengobrol ponsel Presdir Im berdering, ternyata itu dari Presdir Kwon (Kwon
ki bum). Tapi Presdir Im
tidak menjawabnya, istrinya bingung dan bertanya.
“Suamiku, kenapa
telfonnya tidak di angkat, apa itu Kwon ki bum?”
Presdir Im hanya mengangguk.
“Angkat telfonnya apa
salahnya menyapa iya kan?”
Presdir Im pun mengangkat telfonnya dan
bertanya dengan ketus.
“Apa yang kau
inginkan?!”
“Hey kau ini, aku kan
sahabatmu, inikah cara seorang sahabat yang sudah lama tidak bertemu menyapa?”
“Kita bertemu saja
langsung, aku akan menemuimu nanti”
“Kenapa? Apa kau ingin
menagih hal itu lagi?”
“Aku sedang ada acara,
putriku sekarang sudah dalam perjalanan mungkin sebentar lagi sampai, kalau dia
mendengar kau yang menelfon, dia pasti ingin membunuhmu”. Tegas Presdir Im dan langsung mematikan telfonnya.
Entah kenapa Presdir Im sangat muak jika dia mendengar hal
itu lagi, dia sudah muak mengingat kejadian itu.
Yoona sudah sampai di
restaurant dia sedang mencari kakak (Jiyeon) nya karna Yoona sudah janji akan
bertemu di depan restaurant dan masuk bersama kakaknya.
“Ka kau dimana?” Ucap
Yoona sambil memegang hp ingin menelfon kakaknya.
“Hey aku di sini!!!”
Yoona pun menghampiri
kakaknya dan bertanya “Ka, kemana aja sih?”
“Bodoh aku dari tadi
disini menunggumu, kau terlambat 10 menit, ayo masuk ayah dan ibu sudah
menunggu dari tadi.” Ketus kakaknya itu dan berjalan duluan.
“Marah-marah terus apa
dia setiap hari PMS.” Ujar Yoona dengan kesal sambil mengerucutkan bibirnya.
Jiyeon yang mendengar
omongan adiknya itu langsung menegurnya “Hey.. aku bisa mendengarmu, aku ini
kakak kamu dasar engga sopan.” Ucap Jiyeon sambil terus menggerutu.
“Bahkan dia punya
pendengaran yang tajam, ish ish ish bakatnya sungguh luar biasa,” ucap Yoona
sambil menggelengkan kepalanya dan menyusul kakaknya itu “Kakak!! Tunggu aku.”
Tanpa Yoona ketahui ada
seorang perempuan yang sama yang menatapnya dengan tatapan yang susah di
artikan, yaitu perempuan yang di sekolah tadi, perempuan tadi hanya tersenyum
tipis.
_
_
_
TBC
Bagaimana ada saran? :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar