Author : honestly/ @alwasyhonestly
Title : The Power Of Love
Main Cast : Im Yoona (SNSD) Lee Sungmin (SJ) Kwon Yuri (SNSD).
Other Cast : Tiffany (SNSD), Jiyeon (T-Ara)
Genre : Romantic/Romantic Comedy, Friendship.
-
-
-
Title : The Power Of Love
Main Cast : Im Yoona (SNSD) Lee Sungmin (SJ) Kwon Yuri (SNSD).
Other Cast : Tiffany (SNSD), Jiyeon (T-Ara)
Genre : Romantic/Romantic Comedy, Friendship.
Tanpa Yoona ketahui ada
seorang perempuan yang sama yang menatapnya dengan tatapan yang susah di
artikan, yaitu perempuan yang di sekolah tadi, perempuan tadi hanya tersenyum
tipis.
-
-
-
“Apa ayah dan ibu menunggu lama?” Tanya Yoona.
“Tentu saja bodoh, kamu
telat 10 menit” Ejek Jiyeon.
“Hey berhenti
memanggilku bodoh! Lagi pula itu kan Cuma 10 menit”
“Sudah jangan
bertengkar lagi” lerai Ny.Park.
“Iya bu, ohya ayah,
ayah tumben ngajak kita makan bareng?”
Presdir Im hanya diam.
“Ayah kenapa diam? Apa
ayah sakit?” Tanya Yoona khawatir.
“Aah apa, tidak ayah
tidak sakit, ayah hanya kelelahan saja.” Jawab Presdir Im.
“Itu kan sama saja
ayah, ayah harus istirahat yang cukup, lalu minum obat, nanti aku yang belikan untuk
ayah, atau kita ke rumah sakit bersama-sama?”
Ny.Park yang merasa
anaknya itu berlebihan langsung berkata “Yaampun anakku yang satu ini, lebih
mencintai ayahnya dari pada ibunya…”
Merekapun tertawa
bersama dan mulai memakan makanannya.
-
-
-
Semua sudah berkumpul
di meja makan, yoona sedang di kamar dia sedang siap-siap untuk sekolah, tapi
dia sudah mendengar keributan di bawah, dia bergegas melewati tangga dan
menguping di balik tembok.
“Apa??? Ibu aku tidak
mau, aku akan menuruti apa katamu tapi untuk yang satu ini aku tidak mau.” Ucap
Jiyeon dengan nada kesal dan langsung pergi meninggalkan meja makan.
“Haish,, dasar anak itu
benar-benar, suamiku tolong bilang ke Jiyeon kalau dia harus melakukan hal itu
“
Presdir Im hanya berkata “hemm” dan
melanjutkan membaca korannya, Ny.Park yang merasa di abaikan bertanya lagi.
“Suamiku?”
Tapi kali ini suaminya
malah diam saja tidak menjawab, Ny.Park yang merasa kesal langsung menggebrak meja
makan, sehingga Presdir Im yang sedang membaca koranpun kaget.
“Yaampun, kau membuatku
kaget, iya aku mendengarnya istriku yang cantik.” Rayu suaminya itu sambil
mencubit pelan pipi Ny.Park.
Yoona turun dan
mengejutkan kedua orang tua nya.
“Ehem,,ehem bibi aku
minta segelas susu coklat ya” pinta yoona.
Ibu dan ayah yoona
mencoba bersikap sebiasa mungkin, tapi tetap diam karena masih terkejut tadi, Yoona
meminum minuman kesukaannya dan bertanya kepada orang tua nya.
“Ayah ibu, tadi kaka
kenapa?” Tanya yoona sambil meminum kembali minumnya. “Haish aku sudah telat,
yasudah aku berangkat yah, mungkin nanti aku pulang terlambat”.
Yoona beranjak pergi
dan mengambil roti untuk bekal nanti, tapi Yoona balik lagi dan berkata kepada
orang tua nya.
“Ayah ibu kalian adalah
best couple yang pernah aku lihat, aku pergi.” Ujar Yoona sambil mengedipkan
matanya.
“Dasar anak itu.” Ujar
Presdir Im
dan Ny.Park secara bersamaan dan tersenyum bersama.
-
-
-
Paginya Yoona sedang
terburu-buru, dia berjalan sambil membawa minuman dan tanpa melihat ke arah
jalan, dia sedang mencari kertas yang di beri guru nya kemarin. Karna itu
adalah materi yang di pelajari nanti untuk ulangan minggu depan ‘di mana kertas
itu’ batin yoona. Tiba tiba
BRUUKK
“Aauuw” lirih Yoona.
“Haish bagaimana ini,
bajuku,” keluh seorang perempuan.
“Eoh, maaf aku engga
sengaja” Yoona lalu mengambil tisu dan mengelapkan noda minuman yang tumpah
tadi ke baju perempuan tadi, tapi perempuan itu menepiskan tangan Yoona.
“Tidak usah, aku bisa
sendiri” sergah perempuan itu.
Yoona terkejut karena
dia hanya bermaksud baik untuk membersihkan baju perempuan itu, tapi malah
ditepis dengan kasar, kini yoona melihat wajah orang yang baru dia tabrak tadi.
“Aku benar-benar minta
maaf, memang aku yang salah aku benar-benar minta maaf.” Pinta Yoona.
Kini mata Yoona dan perempuan
itu saling bertatapan ‘Eoh, sepertinya aku pernah melihatnya’ ucap Yoona dalam
hati.
“Yaa” jawab perempuan
itu dan berlalu pergi.
‘Muka perempuan itu
engga asing’ batin yoona.
-
-
-
Guru belum datang, Yoona
sedang mengobrol dengan teman-temannya, tiba-tiba Tiffany datang dengan
tergese-gesa dan menghampiri Yoona.
“Kau kenapa? Di
kejar-kejar setan yah” Tanya Yoona dengan nada mengejek.
“Ka.. ka katanya nanti
ada anak murid baru,” jawab Tiffany yang masih mengatur nafasnya.
“Terus kenapa?”. Tanya
Yoona.
“Apanya yang kenapa,
kamu engga tau
kalau dia ituu…”
Belum sempat tiffany
meneruskan kata-kata nya, guru diikuti seorang perempuan masuk ke kelas,
tiffany yang sedang minum karena tadi kelelahan langsung tersedak begitu
melihat siapa yang ada di depan kelas.
“Uhukk.. uhukk..”
“Kau kenapa?”
“Itu.. uhukk.. uhukk..
orang yang aku maksud, dia anak baru itu”. Jawab Tiffany sambil menunjuk ke
arah orang yang dia maksud.
Yoona menoleh ke arah yang di maksud temannya itu ‘itu kan..’
batin Yoona. Guru memperkenalkan anak baru itu.
“Anak-anak perkenalkan
ini siswi baru, silahkan kamu memperkenalkan diri”.
Perempuan itu memperkenalkan
dirinya di depan kelas, Yoona memerhatikan dengan antusias, dia ingin tahu
siapa sebenarnya perempuan itu karena sepertinya Yoona pernah bertemu perempuan
itu.
“Halo saya Kwon yuri,
saya pindahan dari amerika, saya harap kalian bisa menerima saya dengan baik”.
Lalu Yuri menundukkan badan 90 derajat.
“Ooh,, jadi namanya Kwon
yuri” ucap yoona.
Guru mempersilahkan
yuri duduk “yuri kamu bisa duduk di kursi sebelah Tiffany.” “Iya guru” jawab
yuri.
“Ooh iya, itu kan orang
yang tadi aku tabrak, tapi kayanya aku pernah lihat Yuri lagi selain disini”
batin Yoona.
Gurupun memulai
pelajarannya “Baiklah, mari kita mulai pelajaran kali ini buka halaman 32.”
Kriiing kriiing bel
pulang sekolah pun berbunyi, yoona menelfon ibunya karena ingin pergi ke suatu
tempat.
“Halo ibu, aku sudah
bilang kan aku mau ke tempat yang biasa aku kunjungi, tidak tidak akan lama ko,
iya aku tidak akan pulang terlambat, baiklah”. Yoona mematikan telfonnya dan
menelfon kakak nya.
“Ka, aku pinjam
kameramu dulu yah? Aku akan mengembalikannya, kameraku rusak. Aku akan mengembalikannya
nanti oke” ucap Yoona dan memutuskan telfonnya secara sepihak.
“Yaampun aku kan belum
bilang boleh atau tidak dasar” ucap kakaknya dan tersenyum geli.
-
-
-
Sore hari setelah
pulang sekolah Yoona sampai di tempat yang dia tuju yaitu taman bunga, dia
selalu ke tempat ini di setiap kesempatan, dia sekarang sedang memotret apapun
yang dia lihat, dia selalu seperti ini karena menurut dia mungkin saja dirinya
sewaktu-waktu akan kehilangan seluruh ingatannya.
Yoona menghela nafas,
‘tempat ini selalu indah’ batin yoona. Yoona melihat ke arah sekeliling dia
melihat seorang laki-laki sedang membaca buku.
“Sepertinya aku pernah
melihatnya” ucap Yoona sambil mengingat-ingat orang itu… “Aaah! Apa dia orang
itu..”
-
-
-
TBC
NO COPAST OK!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar