DAFTAR LINK AKU

Selasa, 21 Januari 2014

FF/CERBUNG "CINTA TAPI GENGSI" part 3 | HONESTLY

Mohon kritik dan sarannya^^



Author : Shinta Sofi Fauziah

Main cast : Michell ziudit, Billy davidson.

Other cast : Sheila, Nadia, Bianka, Adisty.

Genre : Mix : Happy, Romantic, Sad.



Sebelumnya :

Michell : “Apa lo bilang cewek jutek?”

Billy : “Siapa yang bilang, gw engga bilang.”

Michell : “Terserah lo deh, awas minggir gw mau lewat.”

Michell pun pergi meninggalkan Billy.

Billy : “Eh tu anak malah pergi gitu aja, engga bilang makasih lagi (dengan muka kesal).

Michell : “Ya ampun kenapa denga hati ini disaat gw natap wajah dan matanya hati ini kaya engga mau marah, tapi bahagia.”

Michell pun baru sadar bahwa yang tadi dia fikirkan adalah Billy, dia buru-buru ngebuang jauh fikiran itu.

Michell : “Eh chell lo kenapa, ngapain mikirin dia, stop chell stop (ngomong sendiri).”

Bell pulang pun berbunyi, Michell dan ke 4 sahabatnya pulang. Tapi sahabatnya sudah di jemput oleh supir masing-masing, sementara Michell masih nungghu supirnya yang belum datang.

Sheila : “Chell, kita pulang duluan yah?”

Nadia, Bianka, Adisty : “Ya chell kita balik duluan yah."

Michelle : “Iyah, hati-hati ya dah (sambil melambaikan tangannya).”

Michelle duduk di salah satu bangku dekat gerbang sekolah, dia masih menunggu supirnya yang belum datang-datang.

Michell : “Aduh mana sih supir gw, kok belum jemput-jemput juga (mondar-mandir duduk, mondar-mandir duduk).”

Billy ingin pulang dengan motor ninja merahnya dan melihat Michell sendirian jadi dia pun menghampiri Michell.

Billy : “Eh chell lo belum pulang? J

Michell : “Ngapain lo nanya-nanya gw, belum pulang ke udah pulang ke bukan urusan lo.”

Billy : “Yaelah dasar cewek jutek dan galak, cuma nanya doing. Yaudah gw mau pulang duluan. Eh gw kasih tau ya, tadi sebelum mau pulang gw liat bayangan gitu.”

Michell pun ketakutan, walaupun dia engga nunjukin tampang ketakutannya.

Michell : “Masa? Terus gw harus percaya gitu dengan omongan lo?”

Billy : “Yaudah kalo engga percaya, yakin lo masih mau nungguin?”

Michell semakin ketakutan. Billy mulai menyalakan motornya dan ingin menancapkan gas. Tapi terhenti karena Michell memanggilnya.

Michell : “Billy.”

Billy : “Apa lo bilang? Coba sekali lagi?”

Michell : “Billy..”

Billy : “Tumben lo manggil nama gw?”

Michelle : “Gw… (ngomong gugup).. gw boleh nebeng ke lo engga?”

Billy : “Apa nebeng? Maksud lo, lo mau bareng gw?”

Michell : “Iya (bawel), yaudah kalo engga boleh gw nunggu aja disini sendirian (jalan menuju tempat duduk).”

Billy : ‘Padahal gw cuma nakut-nakutin dia, kenapa jadi gini? (dalam hati).’

Billy : “Yaudah lo naik.”

Michell pun sontak kaget dan tidak percaya.

Michell : “Apa? Lo bener mau nganter gw pulang?”

Billy : “Iya, udah buruan naik kalo engga gw tinggalin nih.”

Michell : “Iya iya gw naik.”

Billy pun menyalakan motornya dan mengegas motornya.

Billy : “Eh kalo mau naik motor pegangan biar engga jatoh.”

Michell : “Apa? Pegangan ke elo gitu? No way.”

Billy : “Yaudah terserah.”

Billy langsung mengegas motornya dengan kencang, sontak Michell langsung memeluk Billy.

Michell : “Eh lo gila ya, mau bunuh gw lo?”

Billy : “Kn gw udah bilang (pegangan).”

Michell : “Iya iya gw pegangan, tapi jangan ngebut-ngebut dong.”

Billy : “Iya tenang aja sih.”

Di pertengahan jalan.

Michell : “Kenapa jantung gw kumat lagi (berdebar kencang).”

Begitupun dengan Billy.

Billy : “Aduh, kenapa ya ni jantung? Tenang Bill, tenang, hufft.”

Tak lama kemudian merekapun sampai di tempat tujuan yaitu rumah Michell.

Michell : “Stop-stop, udah nyampe tau.”

Billy langsung ngerem mendadak membuat Michell memeluk Billy kembali.

Pada saat Michell masih memeluk Billy ada seorang wanita paruh baya. Wanita itu adalah mamahnya Michell yang namanya adalah bu Natasya.

Bu Natasya : “Hem, hem, hem.”

Sontak Michell kaget dan melepaskan pelukannya.

Michell : “Eh mamah (senyum-senyum kecil)”

Mamah : “Kamu sudah sampai?”

Michell : “Iya, abisnya aku tunggu pak supir belum datang.”

Mamah : “Iya tadi soalnya pas di pertengahan jalan ban mobilnya pecah, jadi telat jemput kamu. Oh iya itu siapa?”

Michell : “Oh itu, dia temen aku, dia murid baru di sekolah.”

Mamah : “Temen apa temen? (menggodai).”

Michell : “Apaan sih mah, oh ya bentar ya mah.”

Michell menghampiri Billy.

Michell : “Makasih ya, lo udah mau nganterin gw pulang, dan maaf soal tadi.”

Billy : “Iya sama-sama, yaudah gw pulang dulu. See you.”

Michell : “Iya.”

-

-

-

TBC

NO COPAST YA, kalau mau share sertakan Credit terima kasih ;)

FF/CERBUNG "CINTA TAPI GENGSI" part 2 | HONESTLY

Happy reading all ^^




Author : Shinta Sofi Fauziah
Main cast : Michell ziudit, Billy davidson.
Other cast : Sheila, Nadia, Bianka, Adisty.
Genre : Mix : Happy, Romantic, Sad.

Sebelumnya :
Guru : “Billy Michell apa-apaan sih kalian berisik banget dari tadi. Sudah sekarang kalian kerjakan tugas dari ibu.”
Billy dan Michell : “Baik bu.”
Michell : “Gara-gara lo nih jadi kena marah kan.”
Billy : “Lo, udahlah gw takut kena marah lagi.”
Bel istirahatpun berbunyi.
Michelle dan sahabat-sahabatnya langsung pergi ke kantin tetapi ada satu sahabatnya yang ingin sekali mengajak Billy.
Sheila : “Billy ikut kita kekantin yuk?”
Billy : “Kekantin?”
Nadia : “Iya kekantin, ayo ikut aja, dari pada kamu kesel dikelas sendirian.”
Michelle tiba-tiba memotong pembicaraan.
Michell : “Woyy… ayo kekantin. (dengan wajah jutek).”
Sheila : “Iya sebentar napa.?”
Billy : “Yaudah sono kalian kekantin aja, entar boss kamu marah lagi.”
Nadia : “Boss? Itu bukan boss kita, dia sahabat kita. Ya emang sih dia sikapnya kaya boss.”
Billy : “Tapi kenapa dia jutek banget engga ada manis-manisnya gituh?”
Salah satu sahabatnya menjawab.
Adisty : “Emang dia tuh sering jutek  sama orang lain, terutama cowok. Bukan lo aja yang yang di gituin sama Michell.”
Michell pun berteriak kepada sahabatnya.
Michell : “Wooy ayo, entar keburu bel masuk bunyi.”
Sheila : “Yaudah Bill kita kekantin dulu, beyy.”
Michell pergi kekantin duluan ia berjalan sendiri dan ia kini sedang berfikir.
Michell : “Kenapa gw jadi jutek gini ya sama tu anak, padahal dia engga salah apa-apa. (dengan wajah bersalah).”
Dan ke 4 sahabatnya menyusul Michell kekantin.
Sheila : “Eh chell lo udah nyampe duluan?”
Michell : “Udah lah, gw udah laper banget nunggu kalian lama banget.”
Bianka : “Yaelah chell gitu aja marah.”
Nadia : “Udah-udah stop, gitu aja di masalahin, mending gw mesen makanan.”
Nadia dan Bianka pergi mencari makanan di sekitar kantin tapi ke 2 sahabatnya yang lain masih duduk bersama Michell.
Sheila : “Oh ya chell, lo kenapa jutek sama Billy?”
Adisty : “Iya chell lo kenapa jutek sama dia?”
Michell terdiam sejenak, lalu menjawab.
Michell : “Gw juga bingung kenapa gw jadi jutek begini sama tu anak. Tapi biarin aja, eh kalo anak baru tuh jangan terlalu di baikin entar ngelunjak.”
Billy yang tadinya dikelas langsung pergi ke kantin karena lapar.
Michell : “Udah ah, gw mau balik ke kelas, jadi engga nafsu makan gw.”
Saat Michell berjalan dia tidak menyadari kalau ada belokan di depannya. Tiba-tiba Michell menabrak Billy, yang saat itu Billy ingin pergi kekantin. Mereka saling bertabrakan,  Michell jatuh dan langsung ditangkap Billy (Bayangkan sendiri ya J). Mereka saling bertatap-tatapan cukup lama, jantung mereka pun sama-sama “berdebar”. Mereka berbicara di dalam hati mereka masing-masing.
Michell : “Ya ampun kenapa jantung ini dag dig dug ya?”
Billy : “Ni cewek kalo dilihat-lihat cantik juga, tapi juteknya engga ketulungan.”
Bell masuk pun menyadari mereka, mereka pun berhenti tatap-tatapan.
Michell : “Eh lo ngapain pegang-pegang gw?”
Billy : “Eh lo tu ya masih untung gw tolongin, kalo engga udah jatoh lo kelantai.”
Michell : “Lagian sih lo jalan engga liat-liat.”
Billy : “Ya mana gw tau kalo lo jalan ke sini, dasar cewek jutek.”
Michell : “Apa lo bilang cewek jutek?”
Billy : “Siapa yang bilang, gw engga bilang.”
Michell : “Terserah lo deh, awas minggir gw mau lewat.”
-
-
-
TBC
NO COPAST YA, kalau mau share sertakan Credit terima kasih ;)

FF POWER OF LOVE part 3 | HONESTLY

Ini dia lanjutan ff author yang judulnya POWER OF LOVE happy reading^^

Author : honestly/ @alwasyhonestly
 Title : The Power Of Love
Main Cast : Im Yoona (SNSD) Lee Sungmin (SJ) Kwon Yuri (SNSD).
Other Cast : Tiffany (SNSD), Jiyeon (T-Ara), Kim Heechul (SJ)
Genre : Romantic/Romantic Comedy, Friendship.




FLASHBACK


Seorang anak perempuan sedang berada di taman dia duduk dan menangis, lalu seorang anak laki-laki menghampirinya.


“Kenapa kau menangis?” Tanya anak laki-laki itu


“Bukan urusanmu” ketus anak perempuan itu


“Berapa umurmu?” Tanya anak laki-laki itu lagi


“13 tahun” tetap acuh.


Suasana hening sejenak, anak laki-laki itu bertanya lagi. “Ooh,,, apa kau menangis karna tidak di beri uang jajan lebih oleh kedua orang tua mu?” tapi anak perempuan itu tetap diam.


“Sudah jangan menangis  lagi, ini tempat yang indah bukan? Harusnya kau tersenyum kalau ke tempat ini, ini tempat terbaik untuk menghibur diri kalau sedang sedih. Ooh iya namaku Lee Sungmin umurku 17 thn, aku sering datang ke sini, siapa namamu?” oceh laki-laki itu.


“Aku  Im Yoona” jawab Yoona mereka pun bersalaman dan sama-sama tersenyum.


FLASHBACKEND


‘Aaah iya namanya Lee Sungmin, aku baru ingat sekarang’ batin Yoona, yoona menoleh ke arah tempat sungmin tadi tapi sungmin sudah tidak ada.


“Kemana dia apa dia sudah pergi?” ucap Yoona sambil mencari sosok Sungmin.


“Apa kau sedang mencari ku?” ucap seseorang


Yoona menoleh dia sangat terkejut siapa yang dia lihat sekarang ‘Lee Sungmin..’ batin Yoona.


“Kau sedang mencari ku kan?” Tanya sungmin sambil menunjukkan senyum manisnya.


“Kau.. kau Lee Sungmin? Tanya Yoona tidak percaya.


“Ternyata kau masih mengingatku” ucap sungmin.


Yoona masih tidak percaya kalau didepannya sekarang adalah Lee Sungmin tapi dia tersadar akan janjinya kepada orang tuanya agar tidak pulang terlambat Yoona melihat jam tangannya.


“Aku harus pulang”.


“Kita baru ketemu, tapi kamu mau pergi lagi?” Tanya Sungmin kecewa.


“Maaf, tapi aku harus pergi, mungkin aku kesini lagi, aku janji kita akan bertemu di sini dan berkenalan secara resmi dan juga jalan-jalan bersama. Itu untuk menebus kesalahanku yang lancang pada waktu itu”. Ucap Yoona dan berlalu pergi.


“Yaampun dia itu masih sama seperti dulu, cantik dan acuh padaku. Baiklah aku akan menunggumu menepati janjimu”. Ucap Sungmin dan tersenyum.


-


-


-
Pada pagi hari, Presdir Im menyuruh seluruh anggota keluarganya untuk berkumpul di ruang tengah sebelum mereka melaksanakan tugasnya masing-masing.

“Ada apa ayah, kita disuruh berkumpul dulu?.” Tanya Yoona dengan wajah penasaran.

“Iya ayah biasanya abis sarapan langsung berangkat.” Sahut Jiyeon tak kalah penasaran.

“Ayah ingin menyampaikan sesuatu kepada kalian, sebelumnya ini untukmu.” Jelas Presdir Im kepada semuanya dan memberi sebuah kotak hadiah kepada Yoona.

Yoona membuka hadiahnya dan sangat senang ternyata itu kamera yang ia inginkan, ia sampai-sampai lupa berterima kasih kepada ayahnya itu. Sementara yoona sedang sibuk dengan hadiahnya itu Presdir Im melanjutkan perkataannya tadi.

Im Jiyeon,” panggil ayahnya.

Jiyeon pun menatap ayahnya itu dengan aneh “Ayah kenapa seperti ini?”.

“Kau harus menuruti ibumu ikutilah jadwal kencan buta yang telah di siapkan ibumu itu.” Tegas Presdir Im.

Ny.park dan Jiyeon yang tadi mendengarkan dengan tenangpun refleks  menengok ke arah Presdir Im, termasuk Yoona yang sedari tadi hanya sibuk dengan hadiahnya itu.

“Suamiku,” ucap Ny.Park yang masih tidak percaya. 

“Ayah, apa ayah harus melakukan hal itu?” Tanya Yoona.

Sedangkan Jiyeon hanya diam tidak bersuara, mencoba mencerna yang dikatakan ayahnya tadi. Suasana hening sejenak dan Jiyeon memecahkan keheningan dengan berkata kalau ia harus pergi bekerja karena ia sudah telat.
-
-
-
Di tempat kerja pun Jiyeon sangat tidak bersemangat, menjatuhkan berkas-berkas perusahaan, dia tidak focus karena kejadian itu bahkan dia hampir menabrak orang. Untuk menghilangkan rasa stress nya dia pergi ke taman dan membeli kopi, dia kini duduk di salah satu bangku taman yang kosong, sambil melihat orang-orang yang berlalu lalang.

“Apa-apaan itu perjodohan memangnya aku ini sudah tua apa, aku masih muda lagi pula untuk apa. Aku kan bisa mencari pria idamanku sendiri, kemarin-kemarin ayah tidak menyuruhku untuk mengikuti perjodohan tapi kenapa sekarang dia malah menyuruhku.” Oceh Jiyeon.

“Iya benar kamu udah tua, kamu baru sadar ya?” sindir seseorang.

Jiyeon menengok “Yaampun Kim Heechul kau membuatku kaget.”

“Kamu pingin di pecat bos ya? Cepat ke kantor, dia mencarimu dari tadi.” Sambil duduk di sebelah Jiyeon.

“Apa iya?” Tanya Jiyeon.
-
-
-
TBC
NO COPAST ya, kalau mau share sertakan Credit terima kasih :)